Business Model Innovation

Business Model

Business model menggambarkan bagaimana suatu entitas bisnis menciptakan, men-deliver, ataupun menangkap value dalam konteks ekonomi, sosial, budaya, ataupun bidang lainnya. Proses dari pengkonstruksian business model merupakan bagian dari strategi bisnis.

Merujuk pada jurnal dengan title “Reinventing your Business Model” dari Johnson, Christensen, dan Kagermann, business model terdiri dari empat elemen yang menciptakan dan memberikan value, yaitu customer value proposition, profit formula, key resources, dan key processes.Customer Value Proposition (CVP) merupakan nilai total benefit yang ditawarkan kepada customer. Dalam CVP perlu diperhatikan komponen-komponen yang menjadi fokus penciptaan value, yaitu target customer, job to be done, dan offering. Job to be done disini adalah suatu “permasalahan” dalam suatu situasi yang membutuhkan solusi. Sedangkan offering adalah sesuatu yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan ataupun menyelesaikan “permasalahan”. Offering tidak hanya mencakup tentang apa yang dijual, tetapi juga bagaimana sesuatu ini dijual.

Profit Formula adalah blueprint yang menggambarkan bagaimana suatu company menciptakan value untuk dirinya sendiri sembari menyediakan value untuk customer. Profit formula terdiri dari :

Revenue model = Seberapa banyak uang bisa dihasilkan dari penjualan : price x volume

Cost structure = Berapa banyak biaya, terdiri dari penghitungan atas direct cost, indirect cost, dan economies of scale.

Margin model= berapa banyak transaksi yang diperlukan untuk mencapai profit yang diharapkan.

Resource velocity= seberapa cepat resource dibutuhkan untuk mensupport target volume.

Key resources adalah asset seperti sumber daya manusia, teknologi, produk, channel, brand, informasi, dan sebagainya.

Key process. Untuk menjalankan bisnisnya dengan sukses, perusahaan memerlukan proses operasi dan proses manajerial yang memungkinkan mereka untuk memberikan customer value proposition sekaligus mendapatkan profit secara repeatable dan scalable. Termasuk diantaranya adalah aturan perusahaan, metrics, budgeting, planning, training, dan sebagainya.

Business model innovation: value creation and value capture

 

Business model menggambarkan bagaimana suatu company menghasilkan value (value creation) dan bagaimana company tersebut menangkap beberapa value menjadi profit (value capture). Seperti telah dipaparkan dalam definisi CVP diatas, value creation mengekspresikan benefit yang diciptakan company untuk customernya. CVP yang diciptakan perusahaan berhubungan erat dengan kesediaan customer untuk membayar suatu produk ataupun jasa. CVP meningkat jika value suatu produk melampaui harga yang harus dibayar oleh customer. Jika cost suatu produk dibawah harga produknya, perusahaan mendapatkan keuntungan.

businessmodel kurtz matzler
Sumber: Business model innovation: coffee triumphs for Nespresso
(Kurt Matzler, Franz Bailom, Stephan Friedrich von den Eichen and Thomas Kohler)

 

Business model innovation terjadi ketika suatu company berhasil meningkatkan customer value dan secara simultan menciptakan value dan revenue model yang dilakukan dengan cara baru / inovatif. Figure 1 mengilustrasikan 3 tipe business model innovation. Pada kasus pertama (A) company tidak menambahkan value ke produk atau servicenya, tetapi meningkatkan customer added value yang dihasilkan dari inovasi yang membuat cost dan price dari produk menurun. Kasus kedua (B) menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan meningkatkan value to customer sehingga willingness to pay dari customer juga meningkat. Dan kasus ketiga (C) menggambarkan pengurangan dari benefit yang ditawarkan ke customer sekaligus mengurangi cost yang dikeluarkan perusahaan. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan menawarkan versi murah dari suatu produk dengan kualitas yang lebih rendah.

Components of the innovative business model

Komponen pertama yang harus diperhatikan dalam business model innovation adalah diferensiasi dan inovasi dalam positioning di market. Ide dari positioning ini berfokus pada benefit yang akan didapatkan oleh pembeli secara rasional maupun emosional dengan menggunakan produk atau service yang ditawarkan suatu company. Misalnya Apple menggunakan positioning brand mereka sebagai brand premium dengan harga premium yang membuat penggunanya secara emosional mempercayai hal tersebut dan menjadikan posisinya unik dan bertahan di market.

Komponen kedua adalah inovasi produk/service yang harus satu benang merah dengan positioning yang diterapkan. Produk ataupun service dikatakan memiliki added value jika memiliki benefit unik dan jika harga dari produknya masih lebih rendah daripada benefit yang ditawarkan.

Komponen sales dan marketing menggambarkan bagaimana untuk menarik dan mempertahankan customer. Komponen ini harus sinkron dengan komponen lain dalam business model, terutama positioning dan revenue logic.

Komponen value creation menggambarkan bagaimana company membentuk aktifitas dan prosesnya untuk memasarkan produk dan service mereka. Company harus mengetahui elemen core dan non-core dalam menerapkan strategi, misalnya memutuskan komponen yang dikerjakan secara internal mauput outsource.

Formula profit/keuntungan merupakan core dari business model, terdiri dari revenue dan cost model dan menggambarkan bagaimana company menghasilkan uang.

Conclusion

 

Sekedar inovasi produk saja tidak lagi menghasilkan peluang yang cukup untuk diferensiasi di market. Business model yang unik serta sulit diduplikasi menjadi kunci yang diperlukan untuk menciptakan peluang-peluang baru di market. Untuk itu suatu company memerlukan cara-cara baru untuk menghasilkan added value bagi customer dan mendapatkan keuntungan dari value yang diciptakan.

Business model innovation terdiri dari 5 komponen:

  1. Positioning yang unik dan inovatif
  2. Produk dan service yang konsisten
  3. Arsitektur Value Creation yang sesuai
  4. Sales dan Marketing yang efektif
  5. Profit Formula yang berjalan baik

core question businessm

Dirangkum dari:

  1. Reinventing your Business Model (Johnson, Christensen, and Kagermann)
  2. Business model innovation: coffee triumphs for Nespresso (Kurt Matzler, Franz Bailom, Stephan Friedrich von den Eichen and Thomas Kohler)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai